mungkin waktu udah berjalan begitu lama, ketika gue ga menyadari kalo gue gapernah update cerita terbaru gue, kalian yang baca mungkin tidak mengambil pusing akan hal ini, tapi gue sebagai operator merasa terbebani.
yap sudah beberapa bulan belakangan gue sibuk sama dunia kuliah, mulai dari matakuliahnya sampe masalah dengan beberapa teman gue, gue disini bukan hanya menceritakan paitnya dunia percintaan tapi persahabatan juga beberapa kali gue ngerasain ntah mengapa dan gimana semua itu hilang sekejap.
kini gue berada di sebuah universitas swasta bandung tepat dijalan dipatiukur no.114 mungkin beberapa dari kalian menyadarinya, hehe. kini gue berada di semester tiga dan selama setahun setengah ini banyak kenangan yang matimatian gue lupain demi suksenya karir gue. awal masuk kuliah sekitar bulan september gue mungkin termasuk orang yg kapok kalo udh pernah ngerasain kekesalan maka dari itu awal perkuliahan bisa disebut ospek lah, masa masa ospek gue lebih akrab dengan beberapa laki laki bisa disebut juga banyak, kita selalu kumpul bareng di sebuah tempat swalan jangan diseut kali ya ntar promosi lagi gue. berjalannya waktu perkumpulan ini semakin bertambah pesat termasuk isinya beberapa perempuan bergabung untuk meramekan suasana guesih awalnya acuh tak acuh karena emg udah males punya temen cewe takut iya takut dikhianati #ehhh berjalannya waktu gue mulai membuka rasa empati dan belas kasih gue mulai akrab dengan bebrapa teman perempuan di perkumpulan ini, ya krna emang kita bertiga berada didalam satu kelas yang sama mungkin itulah awal kita bisa akrab, bener bener gue ngerasain arti persahabatan sama kalian bener bener gue percaya atas kepribadian kalian yang bakal nrima gue apa adanya waktu berlalu semakin berlalu persahabatan kita bagaikan permen karet pagi siang malam tak terpisahkan hingga suatu waktu salah satu dari kita tidak lagi hadir dalam perbincangan kita, ada apa dengannya? kenapa? pertanyaan itulah yang ada di benak kita berdua hingga suatu hari kita bertiga bertemu ditempat nyaman yang tidak memisahkan. dia bercerita menceritakan kenapa dia jauh dari perbincangan kita, kenapa dia tidak pernah hadir sekali pun dia beranikan diri untuk berkata sebenarnya untuk jujur kekita, dia begini karena dia sedang memikirkan dunia cinta, kita berdua mengerti atas masalashnya tapi kenapa harus jauh kita bilang kepadanya, setelah dia mengatakan semuanya kita berdua mengerti dan meneriman pilihannya kita mendukung walaupun yang dibuatnya salah kenapa? karena kita bertiga sahabat sahabat itu gada kata mengumpat dibalik batu gada kata ini aib gue ini rahasia gue semuanya terbuka layaknya bayi baru terlahir dimuka bumi ini. permasalahan diantara kita bertiga berakhir tiada hari tanpa mereka yang gue lalui, mereka selalu ada mereka menjadi yang terbaik dipikiran gue, beberapa bulan berlalu baik baik saja hingga suatu waktu kita berbeda argumen mungkin wajar karena perbedaan lah yang menyatukan kita, tapi jauh lebih berbeda dari yang gue duga, gue sadar dan gue mengerti atas keadaan gue disini gue bukan orang yang berasal dari kota ini bandung, ya ketika gue berada disuatu tempat yang jauh dari bandung, mereka berdua mengahabiskan waktu bersama gue mengerti gue pahami namun ketika gue sudah kembali ketempat yang sama dengan mereka, mereka tak perduli akan hadirnya gue disini gue tetap diam dan tak ambil pusing ya gue sadar gue bukan perempuan cantik yang pantas berada didekat mereka tapi gue juga bersalah atas sikap gue ke mereka gue terlalu ambil hati atas masalah ini hingga kita bertiga merasa jauh akan itu, gue udah berusaha untuk berbaikan akan itu, yang akhirnya masalah kita bertiga berakhir kita kembali bersama sama menghabiskan waktu sisa uas kita di semester 2 ini, semester 2 berakhir gue kembali ke tempat yang jauh dari mereka untuk mengisi waktu libur gue, beberapa waktu berlalu kita memasuki semester 3 entah knp gue ngerasa mereka berdua berbeda dari biasanya, grup yang kita buat bersama tak kunjung bersuara, akhirnya gue kembali ke kota ini, gue menjalani hari pertama gue dengan berangkat ke kampus awalnya gue biasa aja anggap tak acuh mereka padahal gue udah disini tapin mereka dimana? waktu berlalu makin lama makin terdengar berita tak mengenakkan tentang mereka yang diberitakan oleh beberapa orang disekitar gue shin ga main sama mereka? shin ko mereka update ini itu gada kamunya? shin gaikut mereka skrng di cafe? shin ga sekelas sama mereka? shin? shin? dan shin? awalnya gue merasa itu bukan masalah, itu hal sepele yang ada tapi berjalan nya waktu gue mengerti mungkin mereka gak nyaman akan hadir nya gue di sisi mereka mungkin mereka? perspektif negatif keluar dari pikiran gue apa mereka? knp mereka? gmn mereka? ribuan pertanyaan muncul dibenak gue, gangerti ada apa? gue salah? gue buat sakit hati? gue?? ahh bosen cape gue untuk mikir terlalu rumit, ya tapi gue sadar mungkin gue gapantes berada di tempat mereka, gue gamau masalah ini besar, gue gamau ini semuanya menjadi kasus yang memusingkan, yang gue lakuin cukup diam dan tak berkata cukup tau akan mereka, menjauh dan pergi sudah cukup, cukup buat nelen sakitnya persahabatan ini, mungkin ini contoh kedua dalam arti persahabatan, mungkin gue punya salah atas persahabatan yang gue bangun, kenapa? kenapa selalu berakhir seperti ini, bukan sekali tapi udah berkali kali, mungkin gue termasuk orang yang egois, yang jahat, yang buruk, yang acuh, yang tak mengerti mereka mungkin itu alasannya, terimakasih udah menjadi bagian kecil hidup gue makasih semuanya:)