Jumat, 29 Desember 2017

Cinta Monyet




Aku tak tau harus memulai dari mana tapi aku ingin menceritakan salah satu kisah cintaku yang tak pernah berbalas. Aku mengerti cinta berawal dari jaman aku masih mengenakan baju merah putih yah jaman SD dimana saat itu aku mencintai seseorang yang kusebut Mr.F.


semangatku karena dia ya dia yang setiap hari selalu kulihat, suatu hari dia sedang asyik bermain sepak bola dilapangan sekolah yah tidak terlalu luas. Pada hari itu aku menontonnya bermain sepakbola dipinggir kelas yang tak jauh dari lapangan, saat itu aku memegang sebotol air dingin yang entah kenapa inginku memberikan kepadanya. Aku sedang asyik mengobrol dengan temanku tibatiba botol air putih itu ada yang merebutnya dari genggaman ku, tanpa kusadari itu dia. Saat itu juga hatiku bergetar berdegup kencang dan aku pun tak mengerti kenapa ini? Setelah kejadian itu setiap hariku ingin melihatnya ingin disisinya dan kini akupun mengerti aku mencintainya hai Mr.F.

tahun berlalu kini aku menginjak kelas 6 SD ya ini gila atau apa tiga tahun berlalu aku masih mencintainya yap cinta diam-diam tanpa ada yang tahu satupun. aku sekelas dengannya, hari ini hari yang menyenangkan entah kenapa saat itu kelas tidak ada guru maka semua anak-anak bebas dan tepat sekali dialah KM kelasku, akupun minta izin kepadanya untuk ke wc bersama temanku. “F aku izin ke wc yah sama kiki” ucapku lirih “oh iya cepet yah jangan lama” jawabnya sambil mengembangkan senyum kecil yang tertuju kepadaku. 

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh aku benar benar tak percaya melihat senyumannya membuatku percaya dan yakin kaulah milikku. Akupun keluar kelas dan masih saja memandanginya lewat jendela demi jendela dan tak satupun aku lewatkan untuk melihatnya tersenyum kepadaku, dijendela terakhir entah apa dia mengedipkan matanya kepadaku. Oh astaga jantungku berdegup kencang benar benar tak kupercaya. Malam itu aku memberanikan diri tuk meneleponnya ya sudah sejak lama aku punya nomor teleponnya tapi kutak berani tuk menghubunginya, ya malam itu aku meneleponnya lewat telepon rumah ku, tentu saja pada saat itu aku tak mempunyai hp.setiap tombolnya kutekan dengan jantungku yang berdebar debar. “tuuuut tuuuutt clek iya hallo dengan siapa ini?” ucap seorang perempuan dibalik telpon ini dan akupun menjawab “ini benar dengan rumah f?” jawabku malu entah kenapa aku begitu berani “iya ini siapa? Temennya f yah? f gak ada lagi main bola sama temen temennya de” ucapnya lembut. Wahhh ini pasti suara mamahnya fikirku, ramah sekaliiiiiiiiiiiJ. “oh yaudah bu makasih yah, maaf mengganggu” jawabku dengan cepat “iya sama sama, tuuut tuuuut”. Telepon pun mati dan aku benar benar kecewa ya malam ini tak mendengar suaranya.

Keesokan harinya aku bertemu dengannya, kita berpaspasan didepan pintu kelas “eh shin tumben datengnnya pagi banget?” sapanya dengan ramah “eh iya f, mau piket kelas” jawabku asal padahal pagi ini aku sengaja datang lebih awal untuk melihat senyummu yang sangat kusukai, karena mu semangatku ada. Jam belajar pun berlangsung, Saat itu kelas sedang hening tibatiba dia menghampiriku dan berkata “oh iya aku mau nanya, smalem kata mamahku ada yang menelepon ku apakah itu kamu?” Tanya nya dengan tegas. “o..oh bukan, mungkin….yang lain kali” jawabku terbata bata dan syok kenapa harus aku? Kenapa dia mampu menebakku, apakah wajahku begitu polos? “siapa yah menurut kamu? Atau jangan jangan…” jawabnya malu sambil tersenyum senyum sendiri. Aku pun curiga kepadanya ada apa yah dengan dia.

Semester satupun mampu aku lewati di kelas enam sd ini yah semua berkat senyumnya adalah semangatkuJ tibatiba aku mendengar sebuah gossip dari sahabatku “eh denger denger f lagi deket sama cewe yah” temanku buka bicara “hah?!” sontak aku berteriak kaget “husttt berisik banget sih shin” ucap lirih temanku “he eh maaf aku iseng aja” ucapku melarikan dari tuduhan yang engga engga oleh temanku “yaaaa katanya sih cewe kelas 6c tau kan yang rambutnya panjang lurus itu” ceplos temanku”siapa sih? Mereka beneran deket, ah gapercaya” tanyaku berlagak tak tau apa apa padahal aku benar benar PENASARANL siapa cewe itu yang berani mendekati pujaan ku. “itu si karla namanya masa kamu gatau sih shin” jawab temanku dengan bisik bisik “hah? Seriusanlo?” tanyaku dengan kencang dan sontak membuat orang orang disekelilingku memperhatikanku termasuk Mr.F oh astaga malunya akuuuuuuuu, dan teman temanku memarahiku karena mulutku yang tak bisa diam akhirnya obrolan pun dihentikan ketika guru masuk kekelasku.
          Malam ini aku begitu memikirkan ucapan temantemanku tak percaya bahwa dia yg kupuja mencintai wanita lain aku tak bisa menerima kenyataan itu dan aku pun segera menuju telepon dan mencoba mengubunginya “tuuuut tuuut nomor yang anda tuju sedang melakukan panggilan, mohon hubungi kembali nanti clik” yahhh dia sedang apa yah kok dihubungin malah lagi panggilan, dengan siapa ya? Apakah dengan…. Lagi lagi aku menghubunginya untuk memastikannya “tuuut tuuuut iya ada apa lagi karla nanti aku hubungi lagi yah aku mau main bola, temanteman sudah menunggu” ucapnya spontan tanpa ada keraguan bahwa ini bukanlah cewe yang dimaksud. Sontak membuatku melepaskan telepon dari genggamanku astaga hatiku benar benar hancur berkeping keeping aku tak percaya bahwa inilah kenyataanya.malam itu aku benaar benar kecewa tak karuan sampe aku tak bisa tidur dengan nyenyak yang kupikirkan hanyalah dia hai Mr.F.

Keesokan paginya akupun tak bersemangat untuk berangkat kesekolah kulihat jam sudah menunjukan pukul 06:35 yah setengah tujuh yang biasanya aku sudah stay disekolah tapi kali ini aku baru bisa membuka mata dikasur. Akupun izin untuk tak masuk kelas dan berpura ppura sakit kepada mamahku, akhirnya akupun di izinkan. Hari ini menunjukan pukul 12:30 yap kelas sudah berakhir entah mengapa yang kupikirkan hanyalah kamu hai Mr.F. tiba tiba telpon berdering akupun mengangktnya “iya ini dengan rumah shinta, ada apa?” ucapku malas “shinnnnn ini aku kiki kamu kmn ih ko gamasuk gak ngabarin aku, tadi di sekolah ada berita heboh banget ah gamasuk ketinggalan berita deh” ucap temanku dengan cepat tanpa henti yap dia sahabatku satusatunya yang paling senang bergosip. “iya aku sakit, memangnya ada apa?” jawabku puraapura lemah wkwk “benaar dugaan ku mereka dekat tadi mereka kekantin bareng dan berduaan mulu” jawab temanku dengan semangat. “ooo..oh gitu,yaudahlah urusan meraka ini ko kamu repot banget sih ki” ucapku kesal yah kesal mendengar kenyatan pahit ini. 

Keesokan paginya aku sudah sampai disekolah entah mengapa aku tak begitu bersemangat seperti biasanya apakah ini yang disebut patah hati? Tanyaku diam dalam hati. Ya hari ini aku hanya memandangi lapangan, ada dia sang pujaan hati yang sedang bermain bola di satu sisi aku memperhatikan ada seorang wanita didepan kelas 6c yang juga memperhatikan pujaan ku, oh aku tau apakah dia yang namanya karla itu? Hmmm tidak begitu cantik pikirku jahat. HAHA. Malam ini aku benar benar dipenuhi dengan tanda tanya tak mengerti tak percaya dan kecewa. Akupun memberanikan diri untuk menghubunginya yang ketiga dan terakhir kalinya karena aku ingin mengutarakan perasaanku sebelum semuanya terlambat “tuuuut tuut hallo ini dengan siapa?” Tanya seorang perempuan ya aku yakin ini mamahnya f “oh iya tante maaf aku ganggu ada f nya?” tanyaku lirih “oh iiya ada ko dikamar, nanti yah dipanggilin” jawabnya singkat dan langsung meninggalkan telpon. Jantungku berdegup kencang tak karuan karena ingin mendengar suaranya tiba-tiba “iya ini siapa ya?” Tanya nya menganggetkanku “i…ini shinta f” jawabku terbata bata malu tak karuan “iya hai shin ada apa tumben nelpon aku” Tanya nya dengan semangat. Entah bodoh atau idiot aku malah menjawab “aku kangen” wkwkwk gila gila asli akulah wanita yg paling bodoh “ohaha kenapa gitu? Maaf ya kalo hari ini aku cuek banget” ucapnya maaf disertai tawanya yang khas.”eng..ga ko itu salah duh kan salah bukan kangen itu ada salam kangen hehe” ucapku semakin kaya orang bodoh, yap akhirnya aku bercerita mengbrol panjang lebar hingga larut malam dengannya tibatiba pembicaraanku mulai tertuju kepada perasaanku tepat pukul 23:45 “f aku boleh jujur kekamu” ucapku pelan dan tak mau siapapun disana disini mendengar “ iya apa shin sok jujur aja” jawabnya dengan lembut “itu a…a…aku suka sama kamu”akuan ku terbata bata dan aku yakin dia pasti menertawaiku dibalik telpon ini “ hah? Apa shin, kamu suka sama aku? Sejak kapan dan kamu menyatakannya padaku?” jawaaabnya syok ya dengan nada jengkel yang terdengar. “i….iya aku menyukaimu sudah sejak lama, namun aku tak berani mengungkapkannya dan aku yakin bahwa hanya akulah cewe yang paling bodoh mengutarakan perasaanya kepadamu” ucapku sambil menitikkan air mata yah aku menangis campur aduk malu, takut, sedih, dan kecewa “tapi kenapa harus aku shin? Bukannya menolak atau apapun aku tak punya rasa yang sama denganmu, maafkan shin” jawabnya dengan lemah lembuut membuat tangisanku semakin dalam “iya aku sudah tau itu tapi aku terlalu bodoh untuk berharap bahwa kau mencintaiku, aku minta maaf telah berlaku seperti ini padamu” ucapku lirih menahan tangis “iya aku yang harusnya minta maaf, aku mencintai satu perempuan dihati aku dan itu bukan kamu dia adalah…” “sudahlah aku tak perlu mendengarnya aku sudah tau, ya semoga kamu bahagia dengannya karena pilihanmu adalah bahagiamu dan bahagiaku bisa melihatmu bahagia itu saja sudah cukup buatku, makasih f. Clik”sambungku cepat dan sambil menutup telponnya.

Sebulan kemudian setelah telpon itu tertutup aku tak pernah lagi menghubunginya apalagi meliriknya disekolah akupun tak mampu, ya benar dugaanku mereka akhirnya jadian akuu memang tak bisa menerimanya tapi aku bahagia ketika dia bahagia. Ya kini aku sadar aku memang tak pantas untuk terlalu berharap, berharap terhadap apa yang tak pernah pasti kan kumiliki, tapi yang terpenting aku sudah mencoba.




Itulah akhir cerita cintaku yang tak terbalas, terimakasih sudah membaca...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for your comment^^