Aku
tak tau harus memulai dari mana tapi aku ingin menceritakan salah satu kisah
cintaku yang tak pernah berbalas. Aku mengerti cinta berawal dari jaman aku
masih mengenakan baju merah putih yah jaman SD dimana saat itu aku mencintai
seseorang yang kusebut Mr.F.
semangatku
karena dia ya dia yang setiap hari selalu kulihat, suatu hari dia sedang asyik
bermain sepak bola dilapangan sekolah yah tidak terlalu luas. Pada hari itu aku
menontonnya bermain sepakbola dipinggir kelas yang tak jauh dari lapangan, saat
itu aku memegang sebotol air dingin yang entah kenapa inginku memberikan
kepadanya. Aku sedang asyik mengobrol dengan temanku tibatiba botol air putih itu
ada yang merebutnya dari genggaman ku, tanpa kusadari itu dia. Saat itu juga
hatiku bergetar berdegup kencang dan aku pun tak mengerti kenapa ini? Setelah
kejadian itu setiap hariku ingin melihatnya ingin disisinya dan kini akupun
mengerti aku mencintainya hai Mr.F.
tahun
berlalu kini aku menginjak kelas 6 SD ya ini gila atau apa tiga tahun berlalu
aku masih mencintainya yap cinta diam-diam tanpa ada yang tahu satupun. aku
sekelas dengannya, hari ini hari yang menyenangkan entah kenapa saat itu kelas
tidak ada guru maka semua anak-anak bebas dan tepat sekali dialah KM kelasku,
akupun minta izin kepadanya untuk ke wc bersama temanku. “F aku izin ke wc yah
sama kiki” ucapku lirih “oh iya cepet yah jangan lama” jawabnya sambil
mengembangkan senyum kecil yang tertuju kepadaku.
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhh
aku benar benar tak percaya melihat senyumannya membuatku percaya dan yakin
kaulah milikku. Akupun keluar kelas dan masih saja memandanginya lewat jendela
demi jendela dan tak satupun aku lewatkan untuk melihatnya tersenyum kepadaku,
dijendela terakhir entah apa dia mengedipkan matanya kepadaku. Oh astaga
jantungku berdegup kencang benar benar tak kupercaya. Malam itu aku
memberanikan diri tuk meneleponnya ya sudah sejak lama aku punya nomor
teleponnya tapi kutak berani tuk menghubunginya, ya malam itu aku meneleponnya
lewat telepon rumah ku, tentu saja pada saat itu aku tak mempunyai hp.setiap
tombolnya kutekan dengan jantungku yang berdebar debar. “tuuuut tuuuutt clek
iya hallo dengan siapa ini?” ucap seorang perempuan dibalik telpon ini dan akupun
menjawab “ini benar dengan rumah f?” jawabku malu entah kenapa aku begitu berani
“iya ini siapa? Temennya f yah? f gak ada lagi main bola sama temen temennya
de” ucapnya lembut. Wahhh ini pasti suara mamahnya fikirku, ramah
sekaliiiiiiiiiiiJ. “oh yaudah bu makasih yah, maaf
mengganggu” jawabku dengan cepat “iya sama sama, tuuut tuuuut”. Telepon pun
mati dan aku benar benar kecewa ya malam ini tak mendengar suaranya.
Keesokan
harinya aku bertemu dengannya, kita berpaspasan didepan pintu kelas “eh shin
tumben datengnnya pagi banget?” sapanya dengan ramah “eh iya f, mau piket
kelas” jawabku asal padahal pagi ini aku sengaja datang lebih awal untuk
melihat senyummu yang sangat kusukai, karena mu semangatku ada. Jam belajar pun
berlangsung, Saat itu kelas sedang hening tibatiba dia menghampiriku dan
berkata “oh iya aku mau nanya, smalem kata mamahku ada yang menelepon ku apakah
itu kamu?” Tanya nya dengan tegas. “o..oh bukan, mungkin….yang lain kali”
jawabku terbata bata dan syok kenapa harus aku? Kenapa dia mampu menebakku,
apakah wajahku begitu polos? “siapa yah menurut kamu? Atau jangan jangan…”
jawabnya malu sambil tersenyum senyum sendiri. Aku pun curiga kepadanya ada apa
yah dengan dia.
Semester
satupun mampu aku lewati di kelas enam sd ini yah semua berkat senyumnya adalah
semangatkuJ tibatiba aku mendengar sebuah
gossip dari sahabatku “eh denger denger f lagi deket sama cewe yah” temanku
buka bicara “hah?!” sontak aku berteriak kaget “husttt berisik banget sih shin”
ucap lirih temanku “he eh maaf aku iseng aja” ucapku melarikan dari tuduhan
yang engga engga oleh temanku “yaaaa katanya sih cewe kelas 6c tau kan yang
rambutnya panjang lurus itu” ceplos temanku”siapa sih? Mereka beneran deket, ah
gapercaya” tanyaku berlagak tak tau apa apa padahal aku benar benar PENASARANL siapa cewe itu yang berani
mendekati pujaan ku. “itu si karla namanya masa kamu gatau sih shin” jawab
temanku dengan bisik bisik “hah? Seriusanlo?” tanyaku dengan kencang dan sontak
membuat orang orang disekelilingku memperhatikanku termasuk Mr.F oh astaga
malunya akuuuuuuuu, dan teman temanku memarahiku karena mulutku yang tak bisa
diam akhirnya obrolan pun dihentikan ketika guru masuk kekelasku.
Malam ini aku begitu memikirkan ucapan
temantemanku tak percaya bahwa dia yg kupuja mencintai wanita lain aku tak bisa
menerima kenyataan itu dan aku pun segera menuju telepon dan mencoba
mengubunginya “tuuuut tuuut nomor yang anda tuju sedang melakukan panggilan,
mohon hubungi kembali nanti clik” yahhh dia sedang apa yah kok dihubungin malah
lagi panggilan, dengan siapa ya? Apakah dengan…. Lagi lagi aku menghubunginya
untuk memastikannya “tuuut tuuuut iya ada apa lagi karla nanti aku hubungi lagi
yah aku mau main bola, temanteman sudah menunggu” ucapnya spontan tanpa ada
keraguan bahwa ini bukanlah cewe yang dimaksud. Sontak membuatku melepaskan
telepon dari genggamanku astaga hatiku benar benar hancur berkeping keeping aku
tak percaya bahwa inilah kenyataanya.malam itu aku benaar benar kecewa tak
karuan sampe aku tak bisa tidur dengan nyenyak yang kupikirkan hanyalah dia hai
Mr.F.
Keesokan
paginya akupun tak bersemangat untuk berangkat kesekolah kulihat jam sudah menunjukan
pukul 06:35 yah setengah tujuh yang biasanya aku sudah stay disekolah tapi kali
ini aku baru bisa membuka mata dikasur. Akupun izin untuk tak masuk kelas dan
berpura ppura sakit kepada mamahku, akhirnya akupun di izinkan. Hari ini
menunjukan pukul 12:30 yap kelas sudah berakhir entah mengapa yang kupikirkan
hanyalah kamu hai Mr.F. tiba tiba telpon berdering akupun mengangktnya “iya ini
dengan rumah shinta, ada apa?” ucapku malas “shinnnnn ini aku kiki kamu kmn ih
ko gamasuk gak ngabarin aku, tadi di sekolah ada berita heboh banget ah gamasuk
ketinggalan berita deh” ucap temanku dengan cepat tanpa henti yap dia sahabatku
satusatunya yang paling senang bergosip. “iya aku sakit, memangnya ada apa?”
jawabku puraapura lemah wkwk “benaar dugaan ku mereka dekat tadi mereka
kekantin bareng dan berduaan mulu” jawab temanku dengan semangat. “ooo..oh
gitu,yaudahlah urusan meraka ini ko kamu repot banget sih ki” ucapku kesal yah
kesal mendengar kenyatan pahit ini.
Keesokan
paginya aku sudah sampai disekolah entah mengapa aku tak begitu bersemangat
seperti biasanya apakah ini yang disebut patah hati? Tanyaku diam dalam hati. Ya
hari ini aku hanya memandangi lapangan, ada dia sang pujaan hati yang sedang
bermain bola di satu sisi aku memperhatikan ada seorang wanita didepan kelas 6c
yang juga memperhatikan pujaan ku, oh aku tau apakah dia yang namanya karla
itu? Hmmm tidak begitu cantik pikirku jahat. HAHA. Malam ini aku benar benar
dipenuhi dengan tanda tanya tak mengerti tak percaya dan kecewa. Akupun
memberanikan diri untuk menghubunginya yang ketiga dan terakhir kalinya karena
aku ingin mengutarakan perasaanku sebelum semuanya terlambat “tuuuut tuut hallo
ini dengan siapa?” Tanya seorang perempuan ya aku yakin ini mamahnya f “oh iya tante
maaf aku ganggu ada f nya?” tanyaku lirih “oh iiya ada ko dikamar, nanti yah
dipanggilin” jawabnya singkat dan langsung meninggalkan telpon. Jantungku
berdegup kencang tak karuan karena ingin mendengar suaranya tiba-tiba “iya ini
siapa ya?” Tanya nya menganggetkanku “i…ini shinta f” jawabku terbata bata malu
tak karuan “iya hai shin ada apa tumben nelpon aku” Tanya nya dengan semangat.
Entah bodoh atau idiot aku malah menjawab “aku kangen” wkwkwk gila gila asli
akulah wanita yg paling bodoh “ohaha kenapa gitu? Maaf ya kalo hari ini aku
cuek banget” ucapnya maaf disertai tawanya yang khas.”eng..ga ko itu salah duh
kan salah bukan kangen itu ada salam kangen hehe” ucapku semakin kaya orang
bodoh, yap akhirnya aku bercerita mengbrol panjang lebar hingga larut malam
dengannya tibatiba pembicaraanku mulai tertuju kepada perasaanku tepat pukul
23:45 “f aku boleh jujur kekamu” ucapku pelan dan tak mau siapapun disana
disini mendengar “ iya apa shin sok jujur aja” jawabnya dengan lembut “itu
a…a…aku suka sama kamu”akuan ku terbata bata dan aku yakin dia pasti
menertawaiku dibalik telpon ini “ hah? Apa shin, kamu suka sama aku? Sejak
kapan dan kamu menyatakannya padaku?” jawaaabnya syok ya dengan nada jengkel
yang terdengar. “i….iya aku menyukaimu sudah sejak lama, namun aku tak berani
mengungkapkannya dan aku yakin bahwa hanya akulah cewe yang paling bodoh
mengutarakan perasaanya kepadamu” ucapku sambil menitikkan air mata yah aku
menangis campur aduk malu, takut, sedih, dan kecewa “tapi kenapa harus aku
shin? Bukannya menolak atau apapun aku tak punya rasa yang sama denganmu,
maafkan shin” jawabnya dengan lemah lembuut membuat tangisanku semakin dalam
“iya aku sudah tau itu tapi aku terlalu bodoh untuk berharap bahwa kau
mencintaiku, aku minta maaf telah berlaku seperti ini padamu” ucapku lirih
menahan tangis “iya aku yang harusnya minta maaf, aku mencintai satu perempuan
dihati aku dan itu bukan kamu dia adalah…” “sudahlah aku tak perlu mendengarnya
aku sudah tau, ya semoga kamu bahagia dengannya karena pilihanmu adalah
bahagiamu dan bahagiaku bisa melihatmu bahagia itu saja sudah cukup buatku,
makasih f. Clik”sambungku cepat dan sambil menutup telponnya.
Sebulan
kemudian setelah telpon itu tertutup aku tak pernah lagi menghubunginya apalagi
meliriknya disekolah akupun tak mampu, ya benar dugaanku mereka akhirnya jadian
akuu memang tak bisa menerimanya tapi aku bahagia ketika dia bahagia. Ya kini
aku sadar aku memang tak pantas untuk terlalu berharap, berharap terhadap apa
yang tak pernah pasti kan kumiliki, tapi yang terpenting aku sudah mencoba.
Itulah
akhir cerita cintaku yang tak terbalas, terimakasih sudah membaca...